Wednesday, October 5, 2011

E-idea Regional Training Pererat Persahabatan

British Council Indonesia/Iqbal Ibnu Dua peserta E-idea berbincang dalam proses E-idea Regional Training di Rumah Jambuluwuk, 2-4 Oktober 2011.

- E-Ide Regional Training yang diadakan di Rumah Jambuluwuk, Ciawi, Bogor, 2-4 Oktober 2011 telah memasuki hari ketiga. Hari ini para pemenang E-Idea (E-Idealist) melakukan presentasi sesuai kelompok negara masing-masing. Setiap orang mendapat kesempatan presentasi selama 3 menit.
Dengan presentasi ini, masing-masing E-Idealist bisa saling mengenal proyek dari teman-temannya, karena mereka sudah tidak lagi berada dalam situasi kompetisi. Empat puluh orang E-Idealist dari 7 negara merupakan pemenang dari masing-masing negara yang kemudian dipertemukan di Indonesia.
Selain melalui presentasi, para E-Idealist juga dipandu untuk saling mengenal budaya dari teman-teman lainnya. Seperti pada malam pertama di Jambuluwuk, diadakan malam keakraban di mana para E-Idealist mendapat kesempatan untuk saling memperkenalkan makanan khas dari negara mereka masing-masing. Mereka juga mengenakan pakaian tradisional seperti E-Idealist dari Jepang yang mengenakan kimono.
Pada malam pertama tersebut, E-Idealist juga diwajibkan berkenalan dengan satu orang teman dari negara lain dan mencatat beberapa hal tentang orang tersebut. Misalnya nama, asal negara, dan proyek yang dikembangkan. Ditambah satu pertanyaan utama, yakni apa kesan pertama yang mereka pikirkan tentang Indonesia? Kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa Indonesia memiliki makanan yang pedas, suhu yang panas, lalu lintas yang padat, dan bahasa yang diucapkan cukup cepat.
Selama acara berlangsung, para peserta memang disuguhi beragam masakan tradisional Indonesia seperti sayur asem, nasi rames, ayam rica-rica, dan minumnya wedang jahe. Beberapa E-Idealist ada yang tidak bisa memakan masakan yang pedas, namun sebagian besar menyukai masakan tersebut.
Pada hari kedua, para E-Idealist mendapat pelatihan seputar bisnis model. Mereka diajarkan bagaimana untuk tetap dapat menghasilkan uang, meskipun membuat inovasi yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok, tidak berdasarkan negara, sehingga dapat saling mengenal dan membicarakan bisnis model dari salah satu proyek yang terpilih dalam kelompok tersebut. Dari pelatihan ini, terdapat berbagai bisnis model dari proyek-proyek berbeda.
Di hari yang sama, para E-Idealist juga ditantang untuk membuat bisnis model dari satu proyek bernama PeePoo Bag, yakni produk yang bisa digunakan untuk sanitasi saat sedang kesulitan mencari toilet. PeePoo Bag bisa digunakan di rumah sakit, bagi orang yang mengalami sakit parah dan tak bisa pergi dari tempat tidur, atau digunakan oleh orang yang sedang berada di perjalanan. Namun, harga tas ini masih sangat mahal, yakni 15 dollar AS untuk satu orang dan hanya bisa digunakan satu kali. Dari pelatihan ini terlihat perbedaan bisnis model dari masing-masing kelompok, dengan hanya membicarakan satu proyek.
Di hari terakhir ini, mereka melakukan presentasi resmi untuk memperkenalkan proyek masing-masing. Meski secara tidak resmi, selama acara berlangsung, para E-Idealist sudah saling memperkenalkan diri dan proyek mereka kepada teman-teman lain. Di sela-sela waktu makan, saat istirahat coffee break, mereka saling berbagi cerita dan pengalaman seputar proyek yang mereka kerjakan.
E-Idea Regional Training telah mempererat persahabatan antarnegara se-Asia Pasifik, sehingga mendukung fokus mereka untuk bersama-sama mengurangi pemanasan global dan sama-sama mencari solusi untuk masalah lingkungan. E-idea dalah kompetisi yang diselenggarakan British Council untuk bersama-sama mencari solusi mengatasi masalah lingkungan di dunia.

0 komentar: